Sunday, January 6, 2013

Hati-hati dengan penipuan lowongan kerja

salam semangat bro... kawan-kawan senasib dan sepenanggungan, warning aja ini mah. hampir saja tadi saya jadi korban penipuan iklan lowongan kerja. pokoknya kalau apply lamaran kerja, di cek terlebih dahulu perusahaan atau instansi yang akan kita lamar. googling dulu via internet nama perusahaannya. insya Allah tidak akan akan kena tepu...haha. sekian informasi yg bisa saya sampaikan. terus semangat bro...pekerjaan yang baik sedang menunggu kita.

Thursday, January 3, 2013

Thursday, August 2, 2012

Ngabuburit


Kulindungi dari politik dan kiai

Pada tiga baris pertama puisi, wilayah permasalahan sang “aku” berkisar dalam dimensi vertikal dan domestik (rumah tangga) yang privat. Baru pada baris terakhir ini, wilayah permasalahan sang “aku” beranjak pada dimensi sosiokultural. Kata politik dan kiai mewakili argumen ini.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. (id.wikipedia.org)



Dalam teori politik praktis, dikatakan bahwa selain politik tingkat tinggi yang melibatkan negara dan bangsa, pada dasarnya segala kegiatan manusia sehari-hari sekalipun melibatkan (strategi) politik. Jika kita ambil pemaknaan hakikat politik atau siyasah (Arab) yang sederhana ini, berarti pengaturan posisi perabot dalam rumah, aktivitas tawar-menawar di pasar, pendekatan seseorang pada orang yang ditaksir, hingga aktivitas di kantor, semua dilakukan dengan berpolitik (hubungan yang menguasai dan yang dikuasai).

Berbicara mengenai politik di dunia kerja, sudah menjadi rahasia umum jika di setiap kantor banyak aktor-aktor politik yang bertingkah-polah sedemikian rupa untuk mencapai tujuannya masing-masing. Biasanya, ambisi adalah bahan bakar mereka.

Orang-orang yang buta tauhid, biasanya berpandangan, “Sulit kaya jika tidak korupsi” atau “Mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal.”  Oleh sebab itu, jalan menuju yang dicita-citakan harus dibersihkan dari segala penghalang.

Yang atasan berlindung di balik jabatannya dan menekan bawahan yang coba-coba sok idealis--dengan peraturan-peraturan yang dibuat agar seperti hukum negara--hanya untuk menyembunyikan pencurian harta negara yang dilakukannya. Pemimpin seperti ini jelas-jelas buta agama, terlebih buta tauhid. Mereka (mungkin) lupa bahwa menjadi pemimpin itu benar-benar tidak mudah karena pemimpin adalah teladan, memiliki kewenangan tanpa menjadi sewenang-wenang (Pemimpin dalam Islam, alhikmah.com). seorang pemimpin wajib memenuhi kriteria sebagaimana dicontohkan Nabi saw..

1. Siddiq: benar dalam niat, benar dalam perkataan, benar dalam berpikir (tidak licik) dan benar dalam perbuatan.

2. Amanah: tepercaya, jujur, menepat janji, dan bertanggung jawab

3. Fatonah:Mempunyai wawasan yang luas, berpikir maju mempunyai keterampilan yang baik dalam membaca potensi dan memotivasi orang-orang yang dipimpinnya.

4. Tablig: mampu berkomunikasi efektif, lebih banyak mendengarkan orang-orang yang dipimpinnya, bahasa komunikasinya bisa dimengerti oleh orang-orang yang dipimpinnya, mudah dihubungi dan juga mudah untuk dekat siapapun, bersikap . ramah, selalu menghormati orang-orang yang dipimpinnya, mempunyai pertimbanganyang bijak serta selalu bersahabat kepada setiap orang, selalu berusaha memahami keinginan orang-orang yang dipimpinnya serta mengetahui kebutuhan orang-orang yang dipimpinnya.

Sedang hal yang harus dihindari oleh  seorang pemimpin adalah lisan yang tidak terjaga, terlalu banyak bergurau, sering berkata keras, kasar dan keji, sering mengobral janji yang tidak ditepati dan sering bersumpah palsu, berdusta atau terbukti berbohong, egois, sombong, tidak tahu etika, dan tidak adil.

Kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggung jawaban.

 Penguasa adalah pemimpin, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. (hadis)

Yang bawahan lalu terpancing untuk berlomba meraih simpati atasan, mereka rela menjadi spesies manusia bermuka tebal demi memenuhi ambisi pribadi. Ada yang ingin potensinya diakui; ada yang juga mengharapkan kebagian rezeki atasan, ada yang demi lompatan karier. Lalu lingkungan kantor seluruhnya menjadi lingkungan hipokrit. Penghuni kantor saling bertegur sapa dengan senyum manis, sambil hati mereka saling menyikut, saling menangkis. Mereka tidak tahu bahwa Allah Memandang dengan pandangan tembus-menembus hingga ke hati. Jika mereka orang-orang bertauhid, mereka pasti ada malu kepada Allah dan dirinya sendiri, apalagi sampai melakukannya di bawah sorot tajam Pandangan-Nya.

Dalam dimensi politik pemikiran, kita melihat kebanyakan umat muslim telah terbius dengan kebijakan rasionalis-sekular Barat yang menjadi pemimpin peradaban masa kini. Prinsip Darwinisme bahwa kehidupan ini berawal dari sebuah kebetulan dan prinsip filsafat Descartes cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada) adalah awal pemertuhanan akal dan penyingkiran wahyu Ilahi dari kehidupan. Berinduk dari kedua pemikiran sekular inilah manusia lalu menjunjung tinggi humanisme dengan HAM-nya, feminisme, materialisme, dan lain-lain.  Segala “kebaikan” -isme ini diterima begitu saja tanpa filter akidah hingga merasuk ke dalam kehidupan pribadi muslim tanpa disadari. 

Dengan alasan HAM, kita lalu enggan mengingatkan orang menzalimi dirinya sendiri. Padahal, setiap muslim wajib saling menasihati. Nabi juga bersabda, setiap mukmin itu cermin bagi mukmin lainnya. Misalnya dalam urusan pernikahan lintas agama yang beberapa waktu silam dilakukan kalangan selebritas. Mereka berpolitik, melakukan pernikahan di luar negeri agar terhindar dari kungkungan syariat. Ada juga pasangan yang “mengakali” Allah dengan menjadi mualaf aspal: asli dalam administrasi di KUA dan di hadapan manusia, tetapi palsu di hadapan Allah Swt..

Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan Allah.(Q.S.Al-Anfal:l59)



Dengan pikiran iman yang bodoh ini, mereka berpikir telah berhasil melarikan diri dari hukum Tuhan, bahkan dari Tuhan sendiri. Mereka lupa (atau tidak tahu) bahwa Allah meliputi segala sesuatu. Mereka juga tidak sadar telah melakukan pelecehan terhadap Ilmu Allah. Dalam pandangan mereka, Tuhan itu tidak mengerti manusia dan ke-manusia-an; tidak tahu bahwa cinta memiliki kekuatan mendobrak segala perbedaan. Tuhan tidak bijak karena menetapkan hukum syariat yang tidak sesuai dengan manusia dan kemanusiaan. Inilah akibat mengambil pedoman hidup tanpa kawalan akidah. Dan kehidupan rumah tangga orang-orang semacam ini dipandang Allah dengan pandangan murka hingga akhir zaman.



Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. (Q.S. Ali Imran: 149)



Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (Q.S. An-Nahl 106)



Kata kiai muncul dalam akhir puisi ini tampaknya mengacu pada ulama-ulama yang tinggi ilmu keagamaannya, tetapi rendah dalam pemahaman keagamaan itu sendiri. Mereka taklain sekadar mengatakan kembali hal-hal yang dikatakan Allah dalam Alquran--seperti burung beo yang terlatih--tanpa menggiring umat pada pemahaman agama yang lebih lanjut; yang lebih dalam sehingga umat tergerak dan bergairah meningkatkan kualitas keberagamaannya serta kualitas pengenalannya pada Sang Pencipta.

Dalam kebanyakan khutbah, umat selalu diimbau untuk ikhlas, rida, zuhud, dan zikir. Akan tetapi, sang pengkhutbah tidak menunjukkan bagaimana pemahaman hakikat dan teknis melakukan ikhlas, rida, zuhud, dan zikir yang hakiki. Dari sisi tauhid, ulama-ulama seperti ini hanyalah kaset berjalan berisi rekaman ceramah dengan sekelumit dalil yang membuat umat bosan dan terkantuk-kantuk. Umat lalu beranggapan mempelajari agama itu membosankan, begitu-begitu saja. Paling-paling yang inovatif itu cara penyampaiannya saja. Tidak ada yang “baru” dalam Alquran. Alquran tertinggal oleh peradaban masa kini yang jauh lebih “maju”. Hubungan isi Alquran dengan internet saja, tampaknya sama sekali tidak ada. Umat lalu tergiring untuk menjalani agama dengan ala kadarnya; semakin jauh dari pemahaman akan diri dan Tuhannya. Secara tidak disadari, umat justru menjadi semakin asing akan dirinya sendiri dan Tuhan.

Ada juga golongan ulama yang menjadikan syiar Islam sebagai profesinya; mencari nafkah dari menceramahi umat dengan mengobral ayat dan menentukan tarif panggil.  Inilah golongan manusia yang disebut Allah sebagai orang-orang yang menjual agamanya dengan harga murah.



Yang paling aku takuti atas umatku adalah orang munafik yang pandai di lidah. (hadis)



“Aku melihat beberapa kaum, bibir mereka digunting dengan gunting. Maka aku bertanya,’Siapakah mereka?’ (Jibril) menjawab,”Ulama dari kalangan umatmu.” (hadis)



Sadarlah wahai para penceramah dan penulis, dirimu masih dipenuhi nafsu dan keinginanmu. Celaka kamu, jika kamu menentang orang khawash, kamu akan hancur dan kamu tidak akan sampai pada bagianmu. (Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani)



Intinya, baris terakhir puisi ini mengisahkan penolakan sang “aku” terhadap hal-hal sedemikian. Hal-hal inilah yang melahirkan frasa kulindungi dari. Maksudnya, tentu saja menjaga agar hatinya tidak tercemar oleh hal-hal yang disebutkan di atas.





DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghazali. 1998. Tauhidullah. Diterjemahkan oleh Wasmukan. Surabaya: Risalah Gusti

An-Nafiri, Hasan. 2008. Melihat Allah. Diterjemahkan oleh Basymeleh, dkk. Surabaya: Bina Ilmu 

Jailani, Abdul Qadir. 2007. Menjadi Kekasih Allah. Diterjemahkan oleh M. Ahmad. Yogyakarta: Citra Media

Jerrahi, Mozafer Ozzak. 2006. Dekap Aku dalam Kasih Sayang-Mu. Diterjemahkan oleh Prihantoro. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta

Nadjib, Emha Ainun. 1996. Cahaya Maha Cahaya. Jakarta: Pustaka Firdaus

Raniri, Nur Ad-Din. 2003. Rahasia Manusia Menyingkap Ruh Ilahi. Yogyakarta: Pustaka Sufi.

Renard, John. 2006. Mencari Tuhan. Bandung: Mizan

W.M., Abdul Hadi. 2004. Hermeneutika, Estetika, dan Religiusitas. Yogyakarta: Matahati.












Catatan Emha Ainun Nadjib (2)

Senin, 07 Februari 2011

reni

Tuesday, November 29, 2011

Bacaan bilal tarawih


Bacaan Bilal Tarawih 


·         # Raka'at Iصَلاَةُ  سُنَةً  التَرَاِويْحِ  رَكْعَتَيْنِ جَامِعَة ًرَحِمَكُمُ اللهِ.                   
اََجَرَكَ اللهُ ،،،
لاَ اِلهَ اِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ  شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِِىِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِ شَيءٍ قَََدِيْرٍ
·         # Raka'at IIاَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
# Raka'at IIIصَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·         فَضْلاً مِنَ اللهِ تَعَلَى وَنِعْمَة،ً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة.ً
صَلِى وَسَلِمْ عَلَيْهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·         # Raka'at IV اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
# Raka'at Vصَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·        فَضْلاً مِنَ اللهِ تَعَلَى وَنِعْمَة،ً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة.
صَلِى وَسَلِمْ عَلَيْهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،

·        # Raka'at VI اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·        # Raka'at VIIاَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا اَبُوْبَكْرٍ الصِدِيْق.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·        # Raka'at VIII اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عُمَرُبْنِ الْخَطَاب.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·        # Raka'at IX اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عُسْمَانِ بْنِ عَفَان.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·        # Raka'at X اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عَلِيُ بْنِ اَبِيْ طَالِبِ.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
Do’a Tarawih



Sunday, October 17, 2010

puisi

SANG PENDAMPING




Ujian usai aku lalui

Penuh kebiasaan, tanpa ketegangan berarti

Tak seperti dibenakku

Eh,,,ternyata hanaya begitu, simple


Bulan terakhir di kampus

Menunggu kemarau April

Toga siap aku kenakan

Semua berdatangan keluarga



Enam tahun lamanya

Aku menempuh ini semua

Dengan suka dan duka

Aku bersyukur dan bersabar



Kini saatnya sang Pendamping tiba

Mengajak nakhoda ke kehidupan nyata

Di gerbang intelektual muda

Sang Sarjana Pendidikan.



Bintaro, 21 januari 2010





KESEMPITAN



Pagi ini aku terlampbat

Menjemput Sang Mentari

Sudah tak terhitung cepat

Kapan ini diawali



Dompetku makin luas

Bukan karma isinya penuh

Tapi sebaliknya

Semangat meraih rizki-Mu



Sampai menghitung hari

Engkau masih memberiku rizki

Sesuai janji-Mu

Sesudah kesempitan ada kemudahan



Mendampingi hari-hariku

Dengan penuh kekuatan

Semoga itu mimpi nyata

Tak akan hilang ditelan siang



Bintaro, 25 Januari 2010


MENUNGGU REMBULAN




Sendiri menyertai hariku

Pagi ini, siang ini, bahkan mungkin esok hari

Ada keinginan yang terus bergejlak

Menunggu Rembulan datang



Entah kapan ia datang

Mengharap cahayanya

Menatap keindahannya

Penuh pesona kehangatan



Huhh…memang tak mudah

Dalam kesendirian semu

Bayanganpun samara-samar

Suara gemetar tak tertahankan



Usia terus begerak maju

Bertambah sampai ajal

Seisi dunia makin tumpah

Penuh hasrat yang bergejolak





Bintaro, 29 Januari 2010



Oo..h MENTARI



Oo..h Mentari pagi

Segarkan tubuhku

Oo..h Mentari siang

Berilah aku kekuatan



Sore sebentar lagi datang

Menjemput kesadaran

Menanti sang gelap tiba

Dalam alam yang riuh ketenangan



Istirahat, terpejam, dan melayang sekejap ke Bumi

Mengisi inspirasi, memupuk motivasi

Mari benahi diri, demi kehidupan sejati

Biar mentari esok hari tersenyum kembali



Bintaro, 05 Februari 2010

Monday, August 30, 2010

PUISI HUMOR

Terang bersinar kulit putihmu
Hitam dan panjang urai rambutmu
Harum semerbak wangi parfummu
...
Hii... takuuutt...
Hantuuuuuu.......


Sandal mu
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati

Monday, June 7, 2010

Seorang Penyair

Apa yang dapat diberikan seorang penyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?

Rindu Puisi

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

semuanya tentang "kalau"

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?

Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?

“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban”

Wednesday, June 2, 2010

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

PUISI - PUISI CHAIRIL ANWAR

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)
 

Thursday, May 20, 2010

lamaran kerja terbaru

Career Opportunity as Teachers – Sekolah Al-Azhar Bumi Serpong Damai (Exp : 25 Mei 2010)

Posted by jarno - May 15, 2010
SEKOLAH AL-AZHAR BUMI SERPONG DAMAI
Lembaga Pendidikan Islam berkualitas di BSD City membutuhkan:
GURU SOSIOLOGI
GURU GEOGRAFI
GURU MATEMATIKA
GURU IPA
GURU IPS
GURU BP
GURU PKN
GURU BAHASA INDONESIA
GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
GURU TEAM TEACHING (MIPA)
GURU STAF LABORAN (D-3 MIPA)

Kualifikasi:
  • Pendidikan S1 Sesuai dengan bidangnya
  • IPK>3.0 dibidangnya
  • Menguasai Bahasa Inggris lisan dan tertulis
  • Mampu mengoperasikan Aplikasi MS. Office dengan baik
  • Mempunyai Akta IV/Sertifikasi Guru
  • Berusia Maksimal 35 tahun pada bulan Juli 2010
  • Pengalaman mengajar diutamakan
Fasilitas:
Gaji + Tunjangan Fungsional + Tunjangan Kehadiran + Tunjangan Pengabdian
Tunjangan Kesehatan (Rawat Jalan dan Rawat Inap)
Bonus + THR, dll.
Pakaian Seragam
Jamsostek
Program dana pensiun
Lamaran dikirimkan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari setelah iklan ini dengan dilengkapi CV, foto copy ijazah, pas foto terakhir dan surat referensi ke email :
alazhar_bsd@yahoo.com

Friday, March 19, 2010

yahudi born for to kill

asem banget emang tuh yahudi, udah tiap hari di bulan puasa ini kerjaannya gangguin yang puasa, otomatis dong kalo dia juga gak ikut lebaran (hari raya idul fitri) tapi kok kenapa giliran urusan THR dia juga dapet ya... gak cuma THR dalam bentuk uang aja...

Puisi Cinta Musthofa Bisri

CINTAMU
bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah
rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu
datanglah aku akan berlari menyambutmu
tapi kau terus sibuk dengan dirimu
kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku
tanpa meski sekedar melongokku
kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku
lalu kau rayu aku dari kejauhan
kau merayu dan memujaku
bukan untuk mendapatkan cintaku
tapi sekedar memuaskan egomu
kau memarahi mereka
yang berusaha mendekatiku
seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu
apakah karena kau cemburu buta
atau takut mereka lebih tulus mencintaiku
Pulanglah ke dirimu
aku tak kemana mana

2005

HANIEN
mestinya malam ini
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi mimpiku
selama ini

kekasih, jemputlah aku
kekasih, sambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata kata biasa
dan kau cukup tersenyum memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
di haribaanmu yang hangat
kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin kukatakan tak terkatakan
sekian banyak yang ingin kuadukan
diambilalih oleh airmataku
kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah airmataku

malam ini belum juga
seperti mimpi mimpiku
selama ini
malam ini
lagi lagi kau biarkan
sepi mewakilimu.

Rembang, 1999

Puisi-puisi kritik Sosial Musthofa bisri

SAJAK ATAS NAMA
Ada yang atasnama Tuhan melecehkan Tuhan
Ada yang atasnama negara merampok negara
Ada yang atasnama rakyat menindas rakyat
Ada yang atasnama kemanusiaan memangsa manusia

Ada yang atasnama keadilan meruntuhkan keadilan
Ada yang atasnama persatuan merusak persatuan
Ada yang atasnama perdamaian mengusik kedamaian
Ada yang atasnama kemerdekaan memasung kemerdekaan

Maka atasnama apa saja atau siapa saja
Kirimlah laknat kalian
Atau atasnamaKu perangilah mereka!
Dengan kasih sayang!

Rembang, Agustus 1997


PENCURI
Ada yang dicuri dari diriku
Sesuatu yang membuatku
Kemudian pun jadi pencuri
Diam diam dan terus menerus dicuri
dariku apa yang bisa dicuri
Diam diam dan terus menerus kucuri

apa yang bisa kucuri
Malam pun menjadi sahabat
Malu menjadi laknat.
Rasa ragu menjadi pengganggu
Rasa rindu menjadi penunggu
Aku dicuri setiap saat
Aku mencuri setiap sempat
Setiap kali
Dicuri diriku
Kucuri diriku
Sendiri.

1998


ADA APA DENGAN KALIAN
Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat
Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat
Berjihad di jalan kalian
Berjuang menegakkan syariat kalian
Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya
Seolah olah kalian belum tahu bedanya
Antara mengajak yang diperintahkanNya
Dan memaksa yang dilarangNya

Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana
Sambil menebarkan laknatan lil'aalamien kemana mana

Ada apa dengan kalian?
Mulut kalian berbuih akhirat
Kepala kalian tempat dunia yang kalian anggap nikmat

Ada apa dengan kalian?

Kalian bersemangat membangun masjid dan mushalla
Tapi malas memakmurkannya

Kalian bangga menjadi panitia zakat dan infak
Seolah olah kalian yang berzakat dan berinfak
Kalian berniat puasa di malam hari
Dan iman kalian ngeri
Melihat warung buka di siang hari
Kalian setiap tahun pergi umrah dan haji
Tapi kalian masih terus tega berlaku keji

Ada apa dengan kalian?

Demi menjaga tubuh dan perut kaum beriman dari virus keharaman
Kalian teliti dengan cermat semua barang dan makanan
Bumbu penyedap, mie, minyak, sabun, jajanan.
Rokok dan berbagai jenis minuman
Alkohol, minyak babi dan nikotin adalah najis dan setan
Yang mesti dibasmi dari kehidupan
Untuk itu kalian
Tidak hanya berkhotbah dan memasang iklan
Bahkan menyaingi pemerintah kalian
Menarik pajak produksi dan penjualan
Dan agar terkesan sakral
Kalian gunakan sebutan mulia, label halal

Tapi agaknya kalian melupakan setan yang lebih setan
Najis yang lebih menjijikkan
Virus yang lebih mematikan
Daripada virus alkohol, nikotin dan minyak babi
Bahkan lebih merajalela daripada epidemi

Bila karena merusak kesehatan, rokok kalian benci
Mengapa kalian diamkan korupsi yang merusak nurani
Bila karena memabokkan, alkohol kalian perangi
Mengapa kalian biarkan korupsi
Yang kadar memabokkannya jauh lebih tinggi?
Bila karena najis, babi kalian musuhi
Mengapa kalian abaikan korupsi
Yang lebih menjijikkan
Ketimbang kotoran seribu babi

Ada apa dengan kalian?

Kapan kalian berhenti membanguan kandang kandang babi
Di perut dan hati kalian dengan merusak kanan-kiri?
Sampai kalian mati dan dilakna

Puisi2 KH. Musthofa Bisri

STASIUN

kereta rinduku datang menderu
gemuruhnya meningkahi gelisah dalam kalbu
membuatku semakin merasa terburu-buru
tak lama lagi bertemu, tak lama lagi bertemu

sudah kubersih-bersihkan diriku
sudah kupatut-patutkan penampilanku
tetap saja dada digalau rindu
sabarlah rindu, tak lama lagi bertemu

tapi sekejap terlena
stasiun persinggahan pun berlalu
meninggalkanku sendiri lagi
termangu


GELISAHKU

gelisahku adalah gelisah purba
adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu
kapan akan kembali
bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan
namun ngungunku mengapa kau tinggalkan
aku sendiri
sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung
dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih
sepersejuta saja kasihmu
jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu
cukup sekali, kekasih
tak lagi,
tak lagi sejenak pun
aku berpaling
biarlah gelisahku jadi dzikirku

Jakarta, 2002

(diambil dari buku: NEGERI DAGING, karya A. MUSTOFA BISRI, penerbit Bentang Budaya, cetakan pertama, September 2002)

Rindu di ujung sajadah

Tengah malam aku terbangun
menoleh ke arah jam di pinggir bantal
nada jarum jam menyadarkan mimpiku
cepat bangkit, ambil air wudhu
     aku rindu sosokmu
     yang dahulu mengagetkanku
     kau bersujud lama dan panjang
     aku menangis penuh prasangka
kukira kau telah tiada
ternyata kau sedang berdialog
dengan-Nya
aku rindu sosokmu ibu di ujung sajadah

Puisi Anak Negeri

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Puisi Jiwa



Beberapa Mutiara Kata Karya Kahlil Gibran

"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)


"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

Puisi Cinta Kalil Gibran

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

Waktu

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

malam2 di legoso

bingung mau ngapain, gk jelas apa yang dipikirin, ketik sana pencet sini
dilihat asyik, dipandang seru...
aneh hidup ini, tapi mantaap juga sich
malam jadi lebih berwarna...
       ugh...sebentar lagi waktu itu datang
       yang aku tunggu 12 semester lamanya
       iya itu. apa coba? sotoy banget sich
       makanya jangan kebanyakan bengong sich
mudah-mudahan perjalanan jadi lebih seru
banyak pengalaman2 baru, biar tambah ilmu gitu
ya...rahman! aku panjatkan do'a untuk mereka
yang mencintai dan menyayangiku...amien