Sunday, January 6, 2013
Hati-hati dengan penipuan lowongan kerja
salam semangat bro...
kawan-kawan senasib dan sepenanggungan, warning aja ini mah. hampir saja tadi saya jadi korban penipuan iklan lowongan kerja. pokoknya kalau apply lamaran kerja, di cek terlebih dahulu perusahaan atau instansi yang akan kita lamar. googling dulu via internet nama perusahaannya. insya Allah tidak akan akan kena tepu...haha.
sekian informasi yg bisa saya sampaikan. terus semangat bro...pekerjaan yang baik sedang menunggu kita.
Thursday, January 3, 2013
Thursday, August 2, 2012
Ngabuburit
Kulindungi
dari politik dan kiai
Pada tiga baris pertama puisi, wilayah
permasalahan sang “aku” berkisar dalam dimensi vertikal dan domestik (rumah
tangga) yang privat. Baru pada baris terakhir ini, wilayah permasalahan sang
“aku” beranjak pada dimensi sosiokultural. Kata politik dan kiai
mewakili argumen ini.
Politik adalah seni dan ilmu untuk
meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. (id.wikipedia.org)
Dalam teori politik praktis, dikatakan bahwa
selain politik tingkat tinggi yang melibatkan negara dan bangsa, pada dasarnya
segala kegiatan manusia sehari-hari sekalipun melibatkan (strategi) politik.
Jika kita ambil pemaknaan hakikat politik atau siyasah (Arab) yang
sederhana ini, berarti pengaturan posisi perabot dalam rumah, aktivitas
tawar-menawar di pasar, pendekatan seseorang pada orang yang ditaksir, hingga
aktivitas di kantor, semua dilakukan dengan berpolitik (hubungan yang menguasai
dan yang dikuasai).
Berbicara mengenai politik di dunia kerja,
sudah menjadi rahasia umum jika di setiap kantor banyak aktor-aktor politik
yang bertingkah-polah sedemikian rupa untuk mencapai tujuannya masing-masing.
Biasanya, ambisi adalah bahan bakar mereka.
Orang-orang yang buta tauhid, biasanya
berpandangan, “Sulit kaya jika tidak korupsi” atau “Mencari yang
haram saja susah, apalagi yang halal.”
Oleh sebab itu, jalan menuju yang dicita-citakan harus dibersihkan dari
segala penghalang.
Yang atasan berlindung di balik jabatannya
dan menekan bawahan yang coba-coba sok idealis--dengan peraturan-peraturan yang
dibuat agar seperti hukum negara--hanya untuk menyembunyikan pencurian harta
negara yang dilakukannya. Pemimpin seperti ini jelas-jelas buta agama, terlebih
buta tauhid. Mereka (mungkin) lupa bahwa menjadi pemimpin itu benar-benar
tidak mudah karena pemimpin adalah teladan,
memiliki kewenangan tanpa menjadi sewenang-wenang (Pemimpin dalam Islam,
alhikmah.com). seorang pemimpin wajib memenuhi kriteria sebagaimana
dicontohkan Nabi saw..
1. Siddiq: benar
dalam niat, benar dalam perkataan, benar dalam berpikir (tidak licik) dan benar
dalam perbuatan.
2. Amanah: tepercaya, jujur,
menepat janji, dan bertanggung jawab
3. Fatonah:Mempunyai
wawasan yang luas, berpikir maju mempunyai keterampilan yang baik dalam membaca
potensi dan memotivasi orang-orang yang dipimpinnya.
4. Tablig: mampu
berkomunikasi efektif, lebih banyak mendengarkan orang-orang yang dipimpinnya,
bahasa komunikasinya bisa dimengerti oleh orang-orang yang dipimpinnya, mudah
dihubungi dan juga mudah untuk dekat siapapun, bersikap . ramah, selalu
menghormati orang-orang yang dipimpinnya, mempunyai pertimbanganyang bijak
serta selalu bersahabat kepada setiap orang, selalu berusaha memahami keinginan
orang-orang yang dipimpinnya serta mengetahui kebutuhan orang-orang yang
dipimpinnya.
Sedang hal yang harus dihindari oleh seorang pemimpin adalah lisan yang tidak
terjaga, terlalu banyak bergurau, sering berkata keras, kasar dan keji, sering
mengobral janji yang tidak ditepati dan sering bersumpah palsu, berdusta atau
terbukti berbohong, egois, sombong, tidak tahu etika, dan tidak adil.
Kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggung
jawaban.
Penguasa adalah
pemimpin, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. (hadis)
Yang bawahan lalu terpancing untuk berlomba
meraih simpati atasan, mereka rela menjadi spesies manusia bermuka tebal demi
memenuhi ambisi pribadi. Ada yang ingin potensinya diakui; ada yang juga
mengharapkan kebagian rezeki atasan, ada yang demi lompatan karier. Lalu
lingkungan kantor seluruhnya menjadi lingkungan hipokrit. Penghuni kantor
saling bertegur sapa dengan senyum manis, sambil hati mereka saling menyikut,
saling menangkis. Mereka tidak tahu bahwa Allah Memandang dengan pandangan
tembus-menembus hingga ke hati. Jika mereka orang-orang bertauhid, mereka pasti
ada malu kepada Allah dan dirinya sendiri, apalagi sampai melakukannya di bawah
sorot tajam Pandangan-Nya.
Dalam dimensi politik pemikiran, kita melihat
kebanyakan umat muslim telah terbius dengan kebijakan rasionalis-sekular Barat
yang menjadi pemimpin peradaban masa kini. Prinsip Darwinisme bahwa kehidupan
ini berawal dari sebuah kebetulan dan prinsip filsafat Descartes cogito ergo
sum (aku berpikir maka aku ada) adalah awal pemertuhanan akal dan
penyingkiran wahyu Ilahi dari kehidupan. Berinduk dari kedua pemikiran sekular
inilah manusia lalu menjunjung tinggi humanisme dengan HAM-nya, feminisme,
materialisme, dan lain-lain. Segala
“kebaikan” -isme ini diterima begitu saja tanpa filter akidah hingga merasuk ke
dalam kehidupan pribadi muslim tanpa disadari.
Dengan alasan HAM, kita lalu enggan
mengingatkan orang menzalimi dirinya sendiri. Padahal, setiap muslim wajib
saling menasihati. Nabi juga bersabda, setiap mukmin itu cermin bagi mukmin
lainnya. Misalnya dalam urusan pernikahan lintas agama yang beberapa waktu
silam dilakukan kalangan selebritas. Mereka berpolitik, melakukan pernikahan di
luar negeri agar terhindar dari kungkungan syariat. Ada juga pasangan yang “mengakali”
Allah dengan menjadi mualaf aspal: asli dalam administrasi di KUA dan di
hadapan manusia, tetapi palsu di hadapan Allah Swt..
Dan janganlah orang-orang yang kafir itu
mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya
mereka tidak dapat melemahkan Allah.(Q.S.Al-Anfal:l59)
Dengan pikiran iman yang bodoh ini, mereka
berpikir telah berhasil melarikan diri dari hukum Tuhan, bahkan dari Tuhan
sendiri. Mereka lupa (atau tidak tahu) bahwa Allah meliputi segala sesuatu. Mereka
juga tidak sadar telah melakukan pelecehan terhadap Ilmu Allah. Dalam
pandangan mereka, Tuhan itu tidak mengerti manusia dan ke-manusia-an; tidak
tahu bahwa cinta memiliki kekuatan mendobrak segala perbedaan. Tuhan tidak
bijak karena menetapkan hukum syariat yang tidak sesuai dengan manusia dan
kemanusiaan. Inilah akibat mengambil pedoman hidup tanpa kawalan akidah.
Dan kehidupan rumah tangga orang-orang semacam ini dipandang Allah dengan
pandangan murka hingga akhir zaman.
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati
orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang
(kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. (Q.S. Ali Imran: 149)
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman
(dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal
hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang
melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan
baginya azab yang besar. (Q.S.
An-Nahl 106)
Kata kiai muncul dalam akhir puisi ini
tampaknya mengacu pada ulama-ulama yang tinggi ilmu keagamaannya, tetapi rendah
dalam pemahaman keagamaan itu sendiri. Mereka taklain sekadar mengatakan
kembali hal-hal yang dikatakan Allah dalam Alquran--seperti burung beo yang
terlatih--tanpa menggiring umat pada pemahaman agama yang lebih lanjut; yang
lebih dalam sehingga umat tergerak dan bergairah meningkatkan kualitas
keberagamaannya serta kualitas pengenalannya pada Sang Pencipta.
Dalam kebanyakan khutbah, umat selalu diimbau
untuk ikhlas, rida, zuhud, dan zikir. Akan tetapi, sang pengkhutbah tidak
menunjukkan bagaimana pemahaman hakikat dan teknis melakukan ikhlas, rida,
zuhud, dan zikir yang hakiki. Dari sisi tauhid, ulama-ulama seperti ini
hanyalah kaset berjalan berisi rekaman ceramah dengan sekelumit dalil yang
membuat umat bosan dan terkantuk-kantuk. Umat lalu beranggapan mempelajari
agama itu membosankan, begitu-begitu saja. Paling-paling yang inovatif itu cara
penyampaiannya saja. Tidak ada yang “baru” dalam Alquran. Alquran tertinggal
oleh peradaban masa kini yang jauh lebih “maju”. Hubungan isi Alquran dengan
internet saja, tampaknya sama sekali tidak ada. Umat lalu tergiring untuk
menjalani agama dengan ala kadarnya; semakin jauh dari pemahaman akan diri dan
Tuhannya. Secara tidak disadari, umat justru menjadi semakin asing akan dirinya
sendiri dan Tuhan.
Ada juga golongan ulama yang menjadikan syiar
Islam sebagai profesinya; mencari nafkah dari menceramahi umat dengan mengobral
ayat dan menentukan tarif panggil.
Inilah golongan manusia yang disebut Allah sebagai orang-orang yang
menjual agamanya dengan harga murah.
Yang paling aku takuti atas umatku adalah orang munafik
yang pandai di lidah. (hadis)
“Aku melihat beberapa kaum, bibir mereka digunting dengan
gunting. Maka aku bertanya,’Siapakah mereka?’ (Jibril) menjawab,”Ulama dari
kalangan umatmu.” (hadis)
Sadarlah wahai para penceramah dan penulis, dirimu masih
dipenuhi nafsu dan keinginanmu. Celaka kamu, jika kamu menentang orang khawash,
kamu akan hancur dan kamu tidak akan sampai pada bagianmu. (Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani)
Intinya, baris terakhir puisi ini mengisahkan
penolakan sang “aku” terhadap hal-hal sedemikian. Hal-hal inilah yang
melahirkan frasa kulindungi dari. Maksudnya, tentu saja menjaga
agar hatinya tidak tercemar oleh hal-hal yang disebutkan di atas.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ghazali. 1998. Tauhidullah.
Diterjemahkan oleh Wasmukan. Surabaya: Risalah Gusti
An-Nafiri, Hasan. 2008. Melihat Allah.
Diterjemahkan oleh Basymeleh, dkk. Surabaya: Bina Ilmu
Jailani, Abdul Qadir. 2007. Menjadi
Kekasih Allah. Diterjemahkan oleh M. Ahmad. Yogyakarta: Citra Media
Jerrahi, Mozafer Ozzak. 2006. Dekap Aku
dalam Kasih Sayang-Mu. Diterjemahkan oleh Prihantoro. Jakarta: PT Serambi
Ilmu Semesta
Nadjib, Emha Ainun. 1996. Cahaya Maha Cahaya. Jakarta: Pustaka Firdaus
Raniri, Nur Ad-Din. 2003. Rahasia Manusia
Menyingkap Ruh Ilahi. Yogyakarta: Pustaka Sufi.
Renard, John. 2006. Mencari Tuhan. Bandung: Mizan
W.M., Abdul Hadi. 2004. Hermeneutika, Estetika, dan
Religiusitas. Yogyakarta: Matahati.
Catatan Emha Ainun Nadjib (2)
Senin, 07 Februari 2011
Label: buku-ku, inspirasi-ku
Tuesday, November 29, 2011
Bacaan bilal tarawih

·
صَلاَةُ سُنَةً التَرَاِويْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَة ًرَحِمَكُمُ اللهِ.
اََجَرَكَ اللهُ ،،،
لاَ اِلهَ اِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِِىِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِ شَيءٍ قَََدِيْرٍ
·
اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
· فَضْلاً مِنَ اللهِ تَعَلَى وَنِعْمَة،ً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة.ً
صَلِى وَسَلِمْ عَلَيْهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·
اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
· فَضْلاً مِنَ اللهِ تَعَلَى وَنِعْمَة،ً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة.
صَلِى وَسَلِمْ عَلَيْهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·
اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·
اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا اَبُوْبَكْرٍ الصِدِيْق.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·
اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عُمَرُبْنِ الْخَطَاب.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·
اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عُسْمَانِ بْنِ عَفَان.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·
اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عَلِيُ بْنِ اَبِيْ طَالِبِ.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
Do’a Tarawih
Sunday, October 17, 2010
puisi
SANG PENDAMPING
Ujian usai aku lalui
Penuh kebiasaan, tanpa ketegangan berarti
Tak seperti dibenakku
Eh,,,ternyata hanaya begitu, simple
Bulan terakhir di kampus
Menunggu kemarau April
Toga siap aku kenakan
Semua berdatangan keluarga
Enam tahun lamanya
Aku menempuh ini semua
Dengan suka dan duka
Aku bersyukur dan bersabar
Kini saatnya sang Pendamping tiba
Mengajak nakhoda ke kehidupan nyata
Di gerbang intelektual muda
Sang Sarjana Pendidikan.
Bintaro, 21 januari 2010
KESEMPITAN
Pagi ini aku terlampbat
Menjemput Sang Mentari
Sudah tak terhitung cepat
Kapan ini diawali
Dompetku makin luas
Bukan karma isinya penuh
Tapi sebaliknya
Semangat meraih rizki-Mu
Sampai menghitung hari
Engkau masih memberiku rizki
Sesuai janji-Mu
Sesudah kesempitan ada kemudahan
Mendampingi hari-hariku
Dengan penuh kekuatan
Semoga itu mimpi nyata
Tak akan hilang ditelan siang
Bintaro, 25 Januari 2010
MENUNGGU REMBULAN
Sendiri menyertai hariku
Pagi ini, siang ini, bahkan mungkin esok hari
Ada keinginan yang terus bergejlak
Menunggu Rembulan datang
Entah kapan ia datang
Mengharap cahayanya
Menatap keindahannya
Penuh pesona kehangatan
Huhh…memang tak mudah
Dalam kesendirian semu
Bayanganpun samara-samar
Suara gemetar tak tertahankan
Usia terus begerak maju
Bertambah sampai ajal
Seisi dunia makin tumpah
Penuh hasrat yang bergejolak
Bintaro, 29 Januari 2010
Oo..h MENTARI
Oo..h Mentari pagi
Segarkan tubuhku
Oo..h Mentari siang
Berilah aku kekuatan
Sore sebentar lagi datang
Menjemput kesadaran
Menanti sang gelap tiba
Dalam alam yang riuh ketenangan
Istirahat, terpejam, dan melayang sekejap ke Bumi
Mengisi inspirasi, memupuk motivasi
Mari benahi diri, demi kehidupan sejati
Biar mentari esok hari tersenyum kembali
Bintaro, 05 Februari 2010
Monday, August 30, 2010
PUISI HUMOR
Terang bersinar kulit putihmu
Hitam dan panjang urai rambutmu
Harum semerbak wangi parfummu
...
Hii... takuuutt...
Hantuuuuuu.......
Sandal mu
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati
Hitam dan panjang urai rambutmu
Harum semerbak wangi parfummu
...
Hii... takuuutt...
Hantuuuuuu.......
Sandal mu
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati
Monday, June 7, 2010
Seorang Penyair
Apa yang dapat diberikan seorang penyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?
Rindu Puisi
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Letih
Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir
semuanya tentang "kalau"
Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?
Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?
Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?
Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?
Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?
Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri
Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya
Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta
Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?
Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?
Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?
Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?
(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?
“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban”
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?
Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?
Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?
Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?
Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?
Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri
Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya
Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta
Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?
Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?
Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?
Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?
(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?
“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban”
Wednesday, June 2, 2010
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943
PUISI - PUISI CHAIRIL ANWAR
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)
Thursday, May 20, 2010
lamaran kerja terbaru
Career Opportunity as Teachers – Sekolah Al-Azhar Bumi Serpong Damai (Exp : 25 Mei 2010)
Posted by jarno - May 15, 2010Lembaga Pendidikan Islam berkualitas di BSD City membutuhkan:
GURU SOSIOLOGI
GURU GEOGRAFI
GURU MATEMATIKA
GURU IPA
GURU IPS
GURU BP
GURU PKN
GURU BAHASA INDONESIA
GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
GURU TEAM TEACHING (MIPA)
GURU STAF LABORAN (D-3 MIPA)
Kualifikasi:
- Pendidikan S1 Sesuai dengan bidangnya
- IPK>3.0 dibidangnya
- Menguasai Bahasa Inggris lisan dan tertulis
- Mampu mengoperasikan Aplikasi MS. Office dengan baik
- Mempunyai Akta IV/Sertifikasi Guru
- Berusia Maksimal 35 tahun pada bulan Juli 2010
- Pengalaman mengajar diutamakan
Gaji + Tunjangan Fungsional + Tunjangan Kehadiran + Tunjangan Pengabdian
Tunjangan Kesehatan (Rawat Jalan dan Rawat Inap)
Bonus + THR, dll.
Pakaian Seragam
Jamsostek
Program dana pensiun
Lamaran dikirimkan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari setelah iklan ini dengan dilengkapi CV, foto copy ijazah, pas foto terakhir dan surat referensi ke email :
alazhar_bsd@yahoo.com
Friday, March 19, 2010
yahudi born for to kill
asem banget emang tuh yahudi, udah tiap hari di bulan puasa ini kerjaannya gangguin yang puasa, otomatis dong kalo dia juga gak ikut lebaran (hari raya idul fitri) tapi kok kenapa giliran urusan THR dia juga dapet ya... gak cuma THR dalam bentuk uang aja...
Puisi Cinta Musthofa Bisri
CINTAMU
bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah
rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu
datanglah aku akan berlari menyambutmu
tapi kau terus sibuk dengan dirimu
kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku
tanpa meski sekedar melongokku
kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku
lalu kau rayu aku dari kejauhan
kau merayu dan memujaku
bukan untuk mendapatkan cintaku
tapi sekedar memuaskan egomu
kau memarahi mereka
yang berusaha mendekatiku
seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu
apakah karena kau cemburu buta
atau takut mereka lebih tulus mencintaiku
Pulanglah ke dirimu
aku tak kemana mana
2005
Rembang, 1999
bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah
rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu
datanglah aku akan berlari menyambutmu
tapi kau terus sibuk dengan dirimu
kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku
tanpa meski sekedar melongokku
kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku
lalu kau rayu aku dari kejauhan
kau merayu dan memujaku
bukan untuk mendapatkan cintaku
tapi sekedar memuaskan egomu
kau memarahi mereka
yang berusaha mendekatiku
seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu
apakah karena kau cemburu buta
atau takut mereka lebih tulus mencintaiku
Pulanglah ke dirimu
aku tak kemana mana
2005
HANIEN
mestinya malam ini
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi mimpiku
selama ini
kekasih, jemputlah aku
kekasih, sambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata kata biasa
dan kau cukup tersenyum memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
di haribaanmu yang hangat
kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin kukatakan tak terkatakan
sekian banyak yang ingin kuadukan
diambilalih oleh airmataku
kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah airmataku
malam ini belum juga
seperti mimpi mimpiku
selama ini
malam ini
lagi lagi kau biarkan
sepi mewakilimu.
mestinya malam ini
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi mimpiku
selama ini
kekasih, jemputlah aku
kekasih, sambutlah aku
aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata kata biasa
dan kau cukup tersenyum memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
di haribaanmu yang hangat
kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku
tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin kukatakan tak terkatakan
sekian banyak yang ingin kuadukan
diambilalih oleh airmataku
kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah airmataku
malam ini belum juga
seperti mimpi mimpiku
selama ini
malam ini
lagi lagi kau biarkan
sepi mewakilimu.
Rembang, 1999
Puisi-puisi kritik Sosial Musthofa bisri
SAJAK ATAS NAMA
Ada yang atasnama Tuhan melecehkan Tuhan
Ada yang atasnama negara merampok negara
Ada yang atasnama rakyat menindas rakyat
Ada yang atasnama kemanusiaan memangsa manusia
Ada yang atasnama keadilan meruntuhkan keadilan
Ada yang atasnama persatuan merusak persatuan
Ada yang atasnama perdamaian mengusik kedamaian
Ada yang atasnama kemerdekaan memasung kemerdekaan
Maka atasnama apa saja atau siapa saja
Kirimlah laknat kalian
Atau atasnamaKu perangilah mereka!
Dengan kasih sayang!
Rembang, Agustus 1997
PENCURI
Ada yang dicuri dari diriku
Sesuatu yang membuatku
Kemudian pun jadi pencuri
Diam diam dan terus menerus dicuri
dariku apa yang bisa dicuri
Diam diam dan terus menerus kucuri
apa yang bisa kucuri
Malam pun menjadi sahabat
Malu menjadi laknat.
Rasa ragu menjadi pengganggu
Rasa rindu menjadi penunggu
Aku dicuri setiap saat
Aku mencuri setiap sempat
Setiap kali
Dicuri diriku
Kucuri diriku
Sendiri.
1998
ADA APA DENGAN KALIAN
Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat
Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat
Berjihad di jalan kalian
Berjuang menegakkan syariat kalian
Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya
Seolah olah kalian belum tahu bedanya
Antara mengajak yang diperintahkanNya
Dan memaksa yang dilarangNya
Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana
Sambil menebarkan laknatan lil'aalamien kemana mana
Ada apa dengan kalian?
Mulut kalian berbuih akhirat
Kepala kalian tempat dunia yang kalian anggap nikmat
Ada apa dengan kalian?
Kalian bersemangat membangun masjid dan mushalla
Tapi malas memakmurkannya
Kalian bangga menjadi panitia zakat dan infak
Seolah olah kalian yang berzakat dan berinfak
Kalian berniat puasa di malam hari
Dan iman kalian ngeri
Melihat warung buka di siang hari
Kalian setiap tahun pergi umrah dan haji
Tapi kalian masih terus tega berlaku keji
Ada apa dengan kalian?
Demi menjaga tubuh dan perut kaum beriman dari virus keharaman
Kalian teliti dengan cermat semua barang dan makanan
Bumbu penyedap, mie, minyak, sabun, jajanan.
Rokok dan berbagai jenis minuman
Alkohol, minyak babi dan nikotin adalah najis dan setan
Yang mesti dibasmi dari kehidupan
Untuk itu kalian
Tidak hanya berkhotbah dan memasang iklan
Bahkan menyaingi pemerintah kalian
Menarik pajak produksi dan penjualan
Dan agar terkesan sakral
Kalian gunakan sebutan mulia, label halal
Tapi agaknya kalian melupakan setan yang lebih setan
Najis yang lebih menjijikkan
Virus yang lebih mematikan
Daripada virus alkohol, nikotin dan minyak babi
Bahkan lebih merajalela daripada epidemi
Bila karena merusak kesehatan, rokok kalian benci
Mengapa kalian diamkan korupsi yang merusak nurani
Bila karena memabokkan, alkohol kalian perangi
Mengapa kalian biarkan korupsi
Yang kadar memabokkannya jauh lebih tinggi?
Bila karena najis, babi kalian musuhi
Mengapa kalian abaikan korupsi
Yang lebih menjijikkan
Ketimbang kotoran seribu babi
Ada apa dengan kalian?
Kapan kalian berhenti membanguan kandang kandang babi
Di perut dan hati kalian dengan merusak kanan-kiri?
Sampai kalian mati dan dilakna
Ada yang atasnama Tuhan melecehkan Tuhan
Ada yang atasnama negara merampok negara
Ada yang atasnama rakyat menindas rakyat
Ada yang atasnama kemanusiaan memangsa manusia
Ada yang atasnama keadilan meruntuhkan keadilan
Ada yang atasnama persatuan merusak persatuan
Ada yang atasnama perdamaian mengusik kedamaian
Ada yang atasnama kemerdekaan memasung kemerdekaan
Maka atasnama apa saja atau siapa saja
Kirimlah laknat kalian
Atau atasnamaKu perangilah mereka!
Dengan kasih sayang!
Rembang, Agustus 1997
PENCURI
Ada yang dicuri dari diriku
Sesuatu yang membuatku
Kemudian pun jadi pencuri
Diam diam dan terus menerus dicuri
dariku apa yang bisa dicuri
Diam diam dan terus menerus kucuri
apa yang bisa kucuri
Malam pun menjadi sahabat
Malu menjadi laknat.
Rasa ragu menjadi pengganggu
Rasa rindu menjadi penunggu
Aku dicuri setiap saat
Aku mencuri setiap sempat
Setiap kali
Dicuri diriku
Kucuri diriku
Sendiri.
1998
ADA APA DENGAN KALIAN
Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat
Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat
Berjihad di jalan kalian
Berjuang menegakkan syariat kalian
Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya
Seolah olah kalian belum tahu bedanya
Antara mengajak yang diperintahkanNya
Dan memaksa yang dilarangNya
Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana
Sambil menebarkan laknatan lil'aalamien kemana mana
Ada apa dengan kalian?
Mulut kalian berbuih akhirat
Kepala kalian tempat dunia yang kalian anggap nikmat
Ada apa dengan kalian?
Kalian bersemangat membangun masjid dan mushalla
Tapi malas memakmurkannya
Kalian bangga menjadi panitia zakat dan infak
Seolah olah kalian yang berzakat dan berinfak
Kalian berniat puasa di malam hari
Dan iman kalian ngeri
Melihat warung buka di siang hari
Kalian setiap tahun pergi umrah dan haji
Tapi kalian masih terus tega berlaku keji
Ada apa dengan kalian?
Demi menjaga tubuh dan perut kaum beriman dari virus keharaman
Kalian teliti dengan cermat semua barang dan makanan
Bumbu penyedap, mie, minyak, sabun, jajanan.
Rokok dan berbagai jenis minuman
Alkohol, minyak babi dan nikotin adalah najis dan setan
Yang mesti dibasmi dari kehidupan
Untuk itu kalian
Tidak hanya berkhotbah dan memasang iklan
Bahkan menyaingi pemerintah kalian
Menarik pajak produksi dan penjualan
Dan agar terkesan sakral
Kalian gunakan sebutan mulia, label halal
Tapi agaknya kalian melupakan setan yang lebih setan
Najis yang lebih menjijikkan
Virus yang lebih mematikan
Daripada virus alkohol, nikotin dan minyak babi
Bahkan lebih merajalela daripada epidemi
Bila karena merusak kesehatan, rokok kalian benci
Mengapa kalian diamkan korupsi yang merusak nurani
Bila karena memabokkan, alkohol kalian perangi
Mengapa kalian biarkan korupsi
Yang kadar memabokkannya jauh lebih tinggi?
Bila karena najis, babi kalian musuhi
Mengapa kalian abaikan korupsi
Yang lebih menjijikkan
Ketimbang kotoran seribu babi
Ada apa dengan kalian?
Kapan kalian berhenti membanguan kandang kandang babi
Di perut dan hati kalian dengan merusak kanan-kiri?
Sampai kalian mati dan dilakna
Puisi2 KH. Musthofa Bisri
STASIUN
kereta rinduku datang menderu
gemuruhnya meningkahi gelisah dalam kalbu
membuatku semakin merasa terburu-buru
tak lama lagi bertemu, tak lama lagi bertemu
sudah kubersih-bersihkan diriku
sudah kupatut-patutkan penampilanku
tetap saja dada digalau rindu
sabarlah rindu, tak lama lagi bertemu
tapi sekejap terlena
stasiun persinggahan pun berlalu
meninggalkanku sendiri lagi
termangu
GELISAHKU
gelisahku adalah gelisah purba
adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu
kapan akan kembali
bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan
namun ngungunku mengapa kau tinggalkan
aku sendiri
sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung
dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih
sepersejuta saja kasihmu
jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu
cukup sekali, kekasih
tak lagi,
tak lagi sejenak pun
aku berpaling
biarlah gelisahku jadi dzikirku
Jakarta, 2002
(diambil dari buku: NEGERI DAGING, karya A. MUSTOFA BISRI, penerbit Bentang Budaya, cetakan pertama, September 2002)
Rindu di ujung sajadah
Tengah malam aku terbangun
menoleh ke arah jam di pinggir bantal
nada jarum jam menyadarkan mimpiku
cepat bangkit, ambil air wudhu
aku rindu sosokmu
yang dahulu mengagetkanku
kau bersujud lama dan panjang
aku menangis penuh prasangka
kukira kau telah tiada
ternyata kau sedang berdialog
dengan-Nya
aku rindu sosokmu ibu di ujung sajadah
menoleh ke arah jam di pinggir bantal
nada jarum jam menyadarkan mimpiku
cepat bangkit, ambil air wudhu
aku rindu sosokmu
yang dahulu mengagetkanku
kau bersujud lama dan panjang
aku menangis penuh prasangka
kukira kau telah tiada
ternyata kau sedang berdialog
dengan-Nya
aku rindu sosokmu ibu di ujung sajadah
Puisi Anak Negeri
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Puisi Jiwa
Beberapa Mutiara Kata Karya Kahlil Gibran
"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)
"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)
"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)
Puisi Cinta Kalil Gibran
CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Waktu
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
malam2 di legoso
bingung mau ngapain, gk jelas apa yang dipikirin, ketik sana pencet sini
dilihat asyik, dipandang seru...
aneh hidup ini, tapi mantaap juga sich
malam jadi lebih berwarna...
ugh...sebentar lagi waktu itu datang
yang aku tunggu 12 semester lamanya
iya itu. apa coba? sotoy banget sich
makanya jangan kebanyakan bengong sich
mudah-mudahan perjalanan jadi lebih seru
banyak pengalaman2 baru, biar tambah ilmu gitu
ya...rahman! aku panjatkan do'a untuk mereka
yang mencintai dan menyayangiku...amien
Subscribe to:
Posts (Atom)