Tuesday, November 29, 2011

Bacaan bilal tarawih


Bacaan Bilal Tarawih 


·         # Raka'at Iصَلاَةُ  سُنَةً  التَرَاِويْحِ  رَكْعَتَيْنِ جَامِعَة ًرَحِمَكُمُ اللهِ.                   
اََجَرَكَ اللهُ ،،،
لاَ اِلهَ اِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ  شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِِىِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِ شَيءٍ قَََدِيْرٍ
·         # Raka'at IIاَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
# Raka'at IIIصَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·         فَضْلاً مِنَ اللهِ تَعَلَى وَنِعْمَة،ً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة.ً
صَلِى وَسَلِمْ عَلَيْهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·         # Raka'at IV اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
# Raka'at Vصَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·        فَضْلاً مِنَ اللهِ تَعَلَى وَنِعْمَة،ً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَة.
صَلِى وَسَلِمْ عَلَيْهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،

·        # Raka'at VI اَللهُمَ صَلِ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِدِنِا مُحَمَدٌ.
صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ ،،،
·        # Raka'at VIIاَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا اَبُوْبَكْرٍ الصِدِيْق.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·        # Raka'at VIII اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عُمَرُبْنِ الْخَطَاب.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·        # Raka'at IX اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عُسْمَانِ بْنِ عَفَان.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
·        # Raka'at X اَلْخَلِيْفَةُ اْلاَوَلُ اَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيَدِنَا عَلِيُ بْنِ اَبِيْ طَالِبِ.
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَبِيِ ،،،
Do’a Tarawih



Sunday, October 17, 2010

puisi

SANG PENDAMPING




Ujian usai aku lalui

Penuh kebiasaan, tanpa ketegangan berarti

Tak seperti dibenakku

Eh,,,ternyata hanaya begitu, simple


Bulan terakhir di kampus

Menunggu kemarau April

Toga siap aku kenakan

Semua berdatangan keluarga



Enam tahun lamanya

Aku menempuh ini semua

Dengan suka dan duka

Aku bersyukur dan bersabar



Kini saatnya sang Pendamping tiba

Mengajak nakhoda ke kehidupan nyata

Di gerbang intelektual muda

Sang Sarjana Pendidikan.



Bintaro, 21 januari 2010





KESEMPITAN



Pagi ini aku terlampbat

Menjemput Sang Mentari

Sudah tak terhitung cepat

Kapan ini diawali



Dompetku makin luas

Bukan karma isinya penuh

Tapi sebaliknya

Semangat meraih rizki-Mu



Sampai menghitung hari

Engkau masih memberiku rizki

Sesuai janji-Mu

Sesudah kesempitan ada kemudahan



Mendampingi hari-hariku

Dengan penuh kekuatan

Semoga itu mimpi nyata

Tak akan hilang ditelan siang



Bintaro, 25 Januari 2010


MENUNGGU REMBULAN




Sendiri menyertai hariku

Pagi ini, siang ini, bahkan mungkin esok hari

Ada keinginan yang terus bergejlak

Menunggu Rembulan datang



Entah kapan ia datang

Mengharap cahayanya

Menatap keindahannya

Penuh pesona kehangatan



Huhh…memang tak mudah

Dalam kesendirian semu

Bayanganpun samara-samar

Suara gemetar tak tertahankan



Usia terus begerak maju

Bertambah sampai ajal

Seisi dunia makin tumpah

Penuh hasrat yang bergejolak





Bintaro, 29 Januari 2010



Oo..h MENTARI



Oo..h Mentari pagi

Segarkan tubuhku

Oo..h Mentari siang

Berilah aku kekuatan



Sore sebentar lagi datang

Menjemput kesadaran

Menanti sang gelap tiba

Dalam alam yang riuh ketenangan



Istirahat, terpejam, dan melayang sekejap ke Bumi

Mengisi inspirasi, memupuk motivasi

Mari benahi diri, demi kehidupan sejati

Biar mentari esok hari tersenyum kembali



Bintaro, 05 Februari 2010

Monday, August 30, 2010

PUISI HUMOR

Terang bersinar kulit putihmu
Hitam dan panjang urai rambutmu
Harum semerbak wangi parfummu
...
Hii... takuuutt...
Hantuuuuuu.......


Sandal mu
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati

Monday, June 7, 2010

Seorang Penyair

Apa yang dapat diberikan seorang penyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?

Rindu Puisi

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

semuanya tentang "kalau"

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?

Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?

“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban”

Wednesday, June 2, 2010

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

PUISI - PUISI CHAIRIL ANWAR

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)